Sabtu, 28 Januari 2017

Review Drama Korea: The Legend of the Blue Sea

Helo, everyone! 
Januari udah hampir beres, nih! Beberapa hari lagi, kita bakalan memasuki bulan Februari. Hawa-hawanya udah mau Valentine aja, nih. By the way, Januari ini bisa dibilang bulan tersantai aku, lho! Mengawali 2017 dengan libur sebulan adalah hal yang menyenangkan, sebelum nantinya bakalan super-sibuk! Aku pun mengisi minggu-minggu yang santai di bulan Januari ini dengan nonton drama Korea sampe gumoh hahaha. Aku nonton hampir empat drama on-going sekaligus. Beruntunglah, sebelum aku masuk kuliah, semuanya udah pada tamat dan udah pada aku review juga. Sekarang giliran The Legend of the Blue Sea yang bakalan aku review. Drama ini jadi drama terakhir yang tamat dari drama-drama yang lagi aku tonton ini karena drama ini tayang dengan jumlah 20 episode. Buat yang penasaran gimana drama ini, langsung scroll ke bawah aja, ya!




The Legend of the Blue Sea ini tayang di channel KBS selama 20 episode. Penayangan pertama drama ini di tanggal 16 November 2016 dan episode terakhir tayang di tanggal 25 Januari 2017. Drama ini di awal penayangannya mendapat banyak respon positif dan antusias dari para pecinta drama Korea karena diperankan oleh Lee Min Ho dan Jun Ji Hyun, siapa yang nggak excited coba kalau yang mainnya mereka? Aku pun awalnya memang tertarik nonton karena mereka berdua. Dan ternyata emang dramanya seru juga! Drama ini harus bersaing sengit sama Goblin karena emang dua drama yang emang lagi popular.

Plot
Drama ini menceritakan kisah di zaman Joseon, dimana seorang putri duyung mencintai seorang gubernur bernama Kim Dam Ryeong,  namun sayangnya cinta mereka harus terhalang karena perbedaan. Selain itu, mitos yang beredar di daerah tersebut juga meyakini jika putri duyung adalah suatu kutukan dan sesuatu yang berbahaya. Oleh karena itu, warga sekitar pun menangkap putri duyung tersebut dan malah dijadikan tontonan. 

Sampai suatu hari, ketika Dam Ryeong mengetahui hal ini, ia langsung membebaskan Sae Wa, si putri duyung. Gara-gara hal ini, warga sekitar pun menganggap Dam Ryeong itu aneh karena ngebebasin si putri duyung yang jelas-jelas membawa musibah bagi mereka. Tentunya warga ini pun percaya mitos ini karena terprovokasi Tuan Yang. Di zaman ini, si Tuan Yang ini yang jadi antagonis nya. Karakter Tuan Yang itu licik, dia jugalah yang nangkap Sae Wa serta memprovokasi warga supaya Sae Wa ditahan dan dikurung.


Beralih ke zaman modern, dimana Heo Joon Jae, seorang penipu dan buronan, tanpa sengaja bertemu seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke kamar hotelnya ketika ia berlibur ke Spanyol. Heo Joon Jae pun melaporkan si wanita ini ke kantor polisi terdekat. Tapi, Heo Joon Jae ngerasa nggak tenang setelah dia dibawa ke kantor polisi. Akhirnya, Joon Jae pun sadar kalau wanita ini unik. Di awal-awal, dia nggak bisa ngomong dan cuma bisa jawab pertanyaan Joon Jae dengan anggukan atau gelengan, dia bahkan nggak tau namanya sendiri.


Sesuatu yang aneh pun terjadi, ketika Heo Joon Jae tiba di Korea, dia ngerasa ada sesuatu yang hilang. Ingatan dia hilang karena wanita yang Joon Jae temuin di Spanyol itu seorang putri duyung. Putri duyung bisa ngehapus ingatan seseorang lewat ciuman. Joon Jae pun mencoba mengingat apa yang ia lupain di Spanyol. Joon Jae masih nggak bisa inget juga sampai dia ketemu seorang wanita yang juga aneh. 


Dia juga nggak bisa berkomunikasi dan bahkan gak tau namanya sendiri, sampai Joon Jae pun namain dia Shim Cheong, yang artinya bodoh karena kelakuannya yang Joon Jae anggap kayak orang bodoh. Sekalipun Shim Cheong ini cewek aneh yang gak jelas asal usulnya, Joon Jae nggak nyuruh Shim Cheong pergi karena menurut Joon Jae ada sesuatu yang bikin Joon Jae penasaran waktu liat wanita ini, kaya wanita ini pernah dia kenal sebelumnya. Voila! Joon Jae pun sadar kalau Shim Cheong ini, wanita yang sama yang ia temuin di Spanyol. Dan perlahan, sambil nyari tau asal-usul Shim Cheong ini, tanpa disadari, Joon Jae jatuh hati sama mermaid Cheong. Sayangnya, sama kayak di kehidupan sebelumnya, ada kerikil juga yang halangin kisah mereka berdua.




Thought

Drama ini menurutku drama yang ringan tapi super-asik buat ditonton. Di awal-awal episode, aku dibuat ngakak sama kelakuannya Shim Cheong, putri duyung aneh yang baru nginjek tanah. Gak berenti sampe situ, kelucuan Cheong ini juga terjadi waktu dia tinggal sama Joon Jae. Aku jamin, pasti ngakak deh nonton Cheong ini.


Selain itu, konflik Joon Jae sama ayahnya bikin drama ini jadi sedikit gereget sekaligus bikin sedih juga. Gimana sedihnya jadi Joon Jae yang ditinggalin ibunya dari kecil dan harus tinggal sama ayah dan ibu tirinya yang kejam itu. Sampai akhirnya Joon Jae milih keluar dari rumah ayahnya.



Drama ini juga nggak beda jauh sama Goblin yang sama-sama nyeritain tentang reinkarnasi. Bedanya, kalau ini lebih sedikit nyata ceritanya.

Spoiler Alert!

Part terbaik aku nonton drama ini adalah di episode 17-18 waktu kejahatan ibu tirinya Joon Jae sedikit demi sedikit keungkap. Disitu, ekspresi aku kaya lagi nonton sinetron Indonesia, gereget gereget gak jelas gitu, pengen bonyokin muka ibu tirinya Joon Jae. Haduh gemes banget demi apapun! Dan, akhirnya aku nangis banget nonton drama ini waktu bagian ayahnya Joon Jae meninggal. Aku beneran kebawa suasana ngebayangin jadi Joon Jae, sebenci-bencinya dia sama ayahnya, namanya juga anak, ya tetep sayang juga.

Spoiler End

Ah ya, walaupun ini ceritanya tentang mermaid gini, percaya deh, nggak lebay kok ceritanya. Awalnya, hal pertama yang terpikir di otakku waktu tau cerita ini tentang mermaid kayak geli gitu, gara-gara bayangin sinetron Indonesia dengan tema yang sama! Hahaha. Tapi yang ini enggak kayak gitu kok. Hahaha


Drama ini ringan buat ditonton, nggak akan nyesel deh nontonnya karena walaupun 20 episode, tapi gak ada bosen-bosennya sedikitpun kalau aku. Nagih banget. Apalagi buat kalian yang kangen juga nonton aktingnya Lee Min Ho sama Jun Ji Hyun, harus banget nonton drama ini. Aku rate drama ini 9.5/10. Pokoknya, daebak!


0 comment: