Minggu, 04 Juni 2017

Review: O by Eka Kurniawan



Judul: O
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 470 halaman.


Blurb:


Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut.

Plot: 


Bercerita tentang Entang Kosasih, seekor monyet jantan yang percaya akan kata-kata leluhurnya, Armogundul, bahwa seekor monyet bisa berubah menjadi manusia jika ia berperilaku mirip manusia. Rasa percaya itulah yang menjadi awal mula revolver Sobar, seorang polisi yang sedang ditugaskan berjaga di Rawakalong, berpindah ke tangan seekor monyet jantan. O yang memandang Entang Kosasih, sang pacar, dari jauh menatap Entang Kosasih dengan penuh kecemasan. Dan... DOR! peluru yang dilepaskan Sobar tepat menyasar si monyet jantan. Detik itu juga, O yakin, kekasihya telah berubah menjadi seorang manusia. 


Thoughts:


Lega, adalah satu kata yang bisa mewakilkan perasaan saya setelah menamatkan 470 halaman buku Eka Kurniawan yang satu ini. Bagaimana tidak? Setelah penantian lama, akhirnya saya bisa juga membaca karya yang sangat ramai dibicarakan ini. Judul yang cuma satu huruf dan blurb yang cuma beberapa kata dan sangat nyeleneh itu membuat saya penasaran. Apalagi membaca review review orang di goodreads tentang novel ini membuat saya makin penasaran akan karya Eka Kurniawan satu ini. Cerita 'semi-fabel' yang katanya bisa bikin orang-orang bersumpah serapah membacanya! Itulah juga yang saya alami saat membaca novel ini. 

Awalnya, saya kaget ternyata bukunya bisa setebal ini, toh. Dan awalnya saya sangsi bisa menamatkan novel itu dalam waktu cepat. Tapi setelah membuka halaman-halaman pertama novel itu, keraguan saya pun terbantahkan. Terbukti, saya anteng baca sampai beberapa chapter novel ini padahal waktu itu saya lagi UAS. Bener-bener dah mas Eka ini!

Baca novel ini bikin segala jenis emosi saya tumpah ke karya satu ini. Selain bisa bikin saya bersumpah serapah, baca O ini juga bikin saya ngakak, ngeri, bahkan jijik sampe mau muntah. Nggak kalah seru, novel ini juga bikin saya kesel dan penasaran! Gimana gak kesel, lagi asik asik baca cerita tentang seekor monyet jantan yang nodongin revolver ke arah polisi dan lagi nungguin gimana kelanjutannya, eh ceritanya malah bersambung ke cerita monyet betina yang lagi galau gara-gara dijadiin topeng monyet. Kesel beneran, bikin pengen baca terus terusan. 

Selain itu, novel ini juga asik. Kenapa asik? Karena kayanya cuma dari novel ini, saya bisa membaca curahan curahan hati seekor anjing, ikan, burung kakatua, revolver, bahkan sampai kaleng sarden! Asik beneran. Saya pun sampe dibikin geleng-geleng bacanya. Heran kenapa bisa kepikiran sebegitunya. 

Tapi cerita yang saling nggak nyambung antar chapternya itu justru bikin novel ini terasa rame. Ada sensasi tersendiri bacanya, kayak lagi nyusun bagian-bagian puzzle. Ketika saya dibuat kebingungan dengan akhir cerita di chapter 1 yang ngegantung, di chapter 8, saya temuin jawaban dan kelanjutannya yang bisa bikin saya melongo dan cuma ngomong 'Oooo'.

Novel ini juga banyak banget tokohnya, kayak tadi saya bilang kaleng sarden pun bisa punya peran dan cerita sendiri di novel ini. Walaupun kadang di beberapa bagian, saya kebingungan karena ada satu tokoh yang tiba-tiba diceritain padahal saya gak tau dia siapa, tapi seiring lembar demi lembarnya saya buka, saya paham dan puzzle itu pun bisa saya buat jadi satu gambar utuh.

Dan dibalik keabsurdan, keanehah, dan kenyelenehan novel ini. You need to know that there are lots of value inside this piece of work! Bagaimana struggle nya seekor monyet yang pengen jadi manusia dan bagaimana seorang manusia justru mati-matian pengen jadi binatang. Dan emang masing-masing bagian dari novel ini punya nilai tersendiri yang menurut saya bikin O ini worth to read. Penggambaran binatang untuk masing-masing tokohnya ini semacam menyimpan makna tersendiri. Agak nyesel juga karena baca novel ini buru-buru padahal kalau dibaca pelan dan nyantai, pasti feelnya bakal dapet banget. 

5/5 stars buat 'O' yang bikin saya terpesona akan kehebatan Eka meramu cerita sehingga jadi sedemikian rupa! Worth to read!

Anyway, ini karya pertama Eka Kurniawan yang saya baca. Next, kayanya saya harus banget baca karya-karyanya yang lain. What's next?


Rabu, 31 Mei 2017

Cobain serunya dapet hadiah gratis dari LIFULL Produk!

Liburan kemarin, keluarga besar mama dari luar kota datang ke rumahku buat ngabisin waktu liburannya di Bandung. Dan pada suatu hari, waktu kita semua lagi kumpul di teras depan rumah, ngobrol-ngobrol lucu, tiba-tiba ada yang nganterin paket ke rumah. 

Mama sih udah gak heran, soalnya anaknya ini emang sering banget dapet paket gratisan. Tapi, tante langsung kepo seketika waktu tukang paket ngasih tau ada paket buat aku, langsung deh si tante dan ponakanku yang kecil-kecil itu nyamperin pengen tau apa isinya. Setelah bapak yang anter paketnya pergi, akhirnya aku buka paketnya dan tampaklah tiga botol Kiyora Hazelnut di dalam paket itu. Pas banget! waktu lagi terik-teriknya, tiba-tiba dikasih paket minuman enak yang bikin seger.

Itu kok bisa dapet paket gitu sih? Tante pun ngedeketin pengen nyobain Kiyoranya. Mama yang denger pertanyaan tanteku pun langsung nyeletuk bilang kalo aku emang sering dapet paket gitu, gratis lagi! 

Kok bisa? Kok enak sih? Gimana caranya? 



Saat itu juga, tanteku mulai pada bawel nanyain gimana caranya dapetin hadiah gratis itu setelah mamaku ngomong gitu, Akhirnya aku jelasin ke mereka darimana dan bagaimana aku dapetinnya, disambut dengan anggukan-anggukan mereka dan ketakjuban mereka. Hahaha.

Kalian pengen tau juga?


Sabtu, 06 Mei 2017

Review: Critical Eleven by Ika Natassa

  

Judul: Critical Eleven
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 344 halaman
Tahun terbit: 2015


 Blurb:

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—
karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya 
terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu.
It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. 
Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, 
dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, 
setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

 Plot:

Bercerita tentang pertemuan Tanya Laetitia Baskoro dan Aldebaran Risjad di dalam pesawat tujuan Sydney, Anya yang biasanya duduk di sebelah om-om atau bayi yang sering menangis di setiap penerbangannya harus bersyukur karena di penerbangannya kali ini, ia duduk di sebelah Ale, cowok yang bikin Anya sedikit menaruh ekspektasi padanya.
Perjalanan Anya kali ini pun terasa special karena ia seperti menemukan sesuatu yang tak pernah ia temui di penerbangan-penerbangan sebelumnya, Ale. 
Asiknya obrolan mereka selama terbang membuat Anya berharap sesuatu pada Ale, untungnya Ale ternyata meminta nomor handphone Anya yang menjadi awal mula cerita manis pahitnya Anya dan Ale dimulai. 

 Thoughts:

Setelah menanti-nanti bisa membaca novel ini dari tahun lalu, akhirnya kesempatan saya untuk membaca novel ini datang juga. Untungnya, saya berkesempatan membaca kisah Ale dan Anya ini sebelum filmnya mulai release di bioskop. Nyaris, beberapa hari lagi. Tapi tidak beruntungnya, karena imajinasi saya tentang Anya dan Ale tidak bisa bebas lagi setelah tau bahwa Reza Rahadian dan Adinia Wirasti akan memainkan peran Anya dan Ale. Jadi yang saya bayangkan ketika membaca novel ini ya mereka berdua. Hmm, kecewa. Ya salah saya ya.


Saya membaca novel ini dengan ekspektasi yang tinggi karena hype nya novel ini. Makanya, antusias sekali membacanya. Sayangnya, nggak sesuai yang saya harapkan sih sebenarnya. 
"Expectation is a cruel bastard, isn't it? It takes away the joy of the present by making us wondering about what will happen next." (p.17)

Anyway, novel ini adalah novel pertama Ika Natassa yang saya baca. Tapi terlepas dari ekspektasi saya, nggak butuh waktu lama buat saya untuk menyukai karya Ika. Gaya bertutur Ika dalam novelnya benar-benar membuat saya takjub. Smooth sekali dan jauh dari kata membosankan. Membaca novel ini benar-benar terasa nyata karena Ika Natassa mendeskripsikan suasana di setiap scene nya secara realistis, menunjukan kesungguhan Ika Natassa dalam membuat novel ini

Yang saya suka juga karena Ika ini bener-bener serius membangun karakter tiap tokohnya. Anya digambarkan sebagai seorang wanita karir super sibuk yang sangat pintar. Ika pun menunjukannya lewat novel ini, meyakinkan bahwa Anya bener-bener seperti itu.

Ale, si tukang minyak juga dideskripsikan bagaimana pekerjaannya sebagai tukang minyak yang harus hidup jauh dari Anya, terasa hidup.
Karakter Tara dan Agnes sebagai teman Anya juga membuat novel ini makin seru. Kebayang punya sahabat seperti Tara dan Agnes, bener-bener menyenangkan pasti.

Konflik yang dihadirkan di novel ini pun menarik, berkisah seputar konflik rumah tangga, bagaimana satu kalimat bisa membuat hubungan Ale dan Anya renggang selama berbulan-bulan. Kadang saya suka gereget juga sama karakter Anya yang terlalu melebih-lebihkan, well... saya mungkin bisa ngomong gitu karena belum pernah mengalami jadi Anya kali ya. Tapi, saya ngerti sih gimana konflik batin Anya. Dia tau dia salah dan kesalahannya ini juga gak dia pengenin, tapi bukannya nenangin kesedihannya Anya, justru Ale ini seolah-olah menyalahkan Anya. Di sisi lain, saya juga kagum sama karakter Ale yang gak gentar dan gak cape tetep jadi Ale yang biasanya walaupun Anya udah berubah bukan jadi Anya yang biasanya. 

Overall, saya menikmati sekali karya Ika Natassa satu ini, walaupun tidak sesuai ekspektasi Paling suka sama gaya penulisannya yang quote-able sekali. Salut juga karena bisa bikin novel ini jadi terkesan hidup. Kedepannya mau baca cerita-cerita Ika lainnya. Anyway, selamat menonton filmnya juga ya, beberapa hari lagi nih! Ehehe.

4.5/5 stars for Critical Eleven by Ika Natassa.

Menggugah Nafsu Makan dengan Semangkok Soto Lamongan

Beberapa hari ini, saya lagi mengalami fase dimana sering banget kebingungan milih makan. Salah-salah pilih makanan, udah deh nggak dimakan itu makanannya. Dua hari yang lalu, saya makan cuma sekali doang saking nggak ada nafsu buat makan. Itu pun saya makan karena makannya bareng temen-temen di kampus, kalau enggak diajak makan, ya ga makan kali ya. Hahaha. Perut emang laper tapi mulut nggak pengen ngunyah. Galau gitu deh aslinya.

Sabtu, 29 April 2017

Tentang Jurusan Kuliah Sastra Inggris

Sejak buat blogpost tentang pengalaman aku ikut SNMPTN, SBMPTN, dan ujian-ujian masuk PTN lainnya dua tahun lalu, beragam pertanyaan pun membanjiri akun social media punyaku. Pertanyaannya beragam, mulai dari yang nanya gimana biar lolos sampe nanya pertanyaan yang sebenernya jawabannya udah ada di website SNM atau SBM nya. Terus banyak juga yang nanya gimana sih kuliah di jurusan yang saat ini aku tempuh. Daripada aku jawab berkali-kali, akhirnya mendingan aku tulis disini deh biar lebih jelas. Oh ya, postingan ini aku tulis sesuai pengalaman aku ya selama hampir dua tahun kuliah di jurusan ini. Oh ya, mungkin juga bakal beda dengan jurusan yang sama di universitas lain. Ini buat petunjuk aja sih biar kamu sedikit tau tentang jurusan ini, apalagi buat yang berminat ngambil jurusan ini nantinya. Semoga bakalan berguna ya buat kamu! Aku bikinnya dalam bentuk poin-poin pertanyaan ya beberapa, supaya menjawab pertanyaan kalian! So, here it is…